Selasa, 27 September 2016

publik figur


Di balik kata “ibuk..disini himah tasik semangat kok buk..”

Ibu..
Ibu..bolehkah aku merindukanmu?? Mencurahkan segala keluh kesahku?
Ibu..bolehkah aku cemburu, saat yang lain indah berada di belaian kasih ibunya?
Ibu..bolehkah aku berandai-andai mendapatkan pelukan kebanggaanmu ketika suatu saat aku dapat berhasil dari yang lulus sekolah tinggi sampai mendapatkan suami sholeh seperti pesan ibu dahulu..??

Duhai malaikat hidupku kiriman sang rabb izzaty..
Hadir, di tangisan pertamaku,
hingga sekarang entah sampai kapan dan akan berhenti dimana aku mengakhiri tangisan ini, betapa masih lemahnya iman ini sehingga sering aku memberontak dalam batin ..benar-benar sulit menyambung hidup ini tanpamu..
Disisi lain aku  lupa tak merasa bahwa sujudku, rukukku, dan shilah pada tuhanku itu juga karana kesabaran bimbinganmu..

Ibu..aku slalu dihantui rasa ketakutan..
Takut ibu sendirian disana..
Takut aku tak mampu menjadi  shalihah bekal akhirat ibu..
Takut ibu menyesal memilikiku dengan segala keacuhanku slama ini..
Dan aku takut kita takkan  bisa bertemu lagi nanti bu..
Ibu..maaf
ketika ibu sedang renta kesakitan aku tak berada disampingmu, merasakan rasa sakitmu, memberatkan egoisku..
ibu sering  memimpikanku,  membayangkan masakecilku dan manjanya aku..
namun tetap saja aku tak kunjung pulang..
jauh di banding lembut sutra kasihmu ketika setiap aku terbaring , kau seakann ikut terbaring walaupun  kulihat kau duduk disampingku. Ketika aku mengidap  sesak asma kau seakan satu nafas denganku
 aku yang mampu tidur lelap kaupun tak mampu memejamkan mata karena miris mendengarkan bunyi sesaknya dadaku. Kau seolah mengambil rasa sakitku dengan baik.  Senyum pahit yang kukeluarkan karena sakit, kau balas dengan senyum dan usapan lembut abadi..yang dengan abadi bahwa ibu akan slalu menemaniku hingga aku dapat berlari kembali,,tertawa kembali..
terimakasih bu..
ibu mengajarkanku segalanya
ibu adalah tulang rusuk yang patuh sekaligus tulang punggung yang tangguh
aku ingin sesabar ibu sekuat ibu
ibu slalu mengingatkan bahwa kita semua milik Alloh..dan semua kan kembali kepada-Nya
hingga sekarang aku malu pada doaku..aku  malu meminta kekuatan namun masih saja kurang berusaha untuk kuat..astagfirulloh
 ibu pernah bertutur  “nduk ibuk semangat kalau himah juga semangat”
yang hingga sampai sekarang tutur singkat itu dapat ku jadikan sebagai energi untuk melewati aral melintang semenjak ketika kutersimpuh lutut jatuh ke bumi tak berdaya  air mata membanjir..shubuhku berduka aku di samping ibu dalam nafas terakhirnya..
ibu..
disini himah tasik semangat kok buk..
ibu baik-baik ya disana..
ibu lebih dekat dengan Rahmat Alloh..
ibu lebih lebih luas rumahnya..
semoga kita dapat bertemu lagi
dalam satu dekapan kasih yang Maha Pengasih
ibu.
Ya Alloh kariim
Laha al-faatihah.



2 komentar:

  1. Sampean berhasil membuat saya menangis Mbak. Saya merasakan kesedihan, meski mungkin dengan kadar yang berbeda dengan yang Mbak Himma rasakan. Tapi bersedih tak akan berefek apapun pada Ibu, tumbuhlah menjadi perempuan sekuat dan sesabar Ibu. Dengan cara itu, Ibu akan bahagia di sisi Sang Maha Pencipta. Selain juga terus berkirim fatihah untuknya.

    Terima kasih Mbak Himma.

    BalasHapus
  2. enggeh pak .ammiinn ya Robb..dg ini sya sadar bhwa ssunggunya Alloh mengambil org tersayang dg mengganti bnyak org penyayang di sekeliling kita..
    enggeh in shaa Alloh pak

    BalasHapus