Di balik kata “ibuk..disini himah tasik semangat kok buk..”
Ibu..
Ibu..bolehkah aku merindukanmu?? Mencurahkan segala keluh kesahku?
Ibu..bolehkah aku cemburu, saat yang lain indah berada di belaian kasih
ibunya?
Ibu..bolehkah aku berandai-andai mendapatkan pelukan kebanggaanmu ketika
suatu saat aku dapat berhasil dari yang lulus sekolah tinggi sampai mendapatkan
suami sholeh seperti pesan ibu dahulu..??
Duhai malaikat hidupku kiriman sang rabb izzaty..
Hadir, di tangisan pertamaku,
hingga sekarang entah sampai kapan dan akan berhenti dimana aku mengakhiri
tangisan ini, betapa masih lemahnya iman ini sehingga sering aku memberontak dalam
batin ..benar-benar sulit menyambung hidup ini tanpamu..
Disisi lain aku lupa tak merasa
bahwa sujudku, rukukku, dan shilah pada tuhanku itu juga karana kesabaran bimbinganmu..
Ibu..aku slalu dihantui rasa ketakutan..
Takut ibu sendirian disana..
Takut aku tak mampu menjadi shalihah
bekal akhirat ibu..
Takut ibu menyesal memilikiku dengan segala keacuhanku slama ini..
Dan aku takut kita takkan bisa
bertemu lagi nanti bu..
Ibu..maaf
ketika ibu sedang renta kesakitan aku tak berada disampingmu,
merasakan rasa sakitmu, memberatkan egoisku..
ibu sering memimpikanku, membayangkan masakecilku dan manjanya aku..
namun tetap saja aku tak kunjung pulang..
jauh di banding lembut sutra kasihmu ketika setiap aku terbaring ,
kau seakann ikut terbaring walaupun
kulihat kau duduk disampingku. Ketika aku mengidap sesak asma kau seakan satu nafas denganku
aku yang mampu tidur lelap
kaupun tak mampu memejamkan mata karena miris mendengarkan bunyi sesaknya dadaku. Kau seolah mengambil
rasa sakitku dengan baik. Senyum pahit
yang kukeluarkan karena sakit, kau balas dengan senyum dan usapan lembut
abadi..yang dengan abadi bahwa ibu akan slalu menemaniku hingga aku dapat
berlari kembali,,tertawa kembali..
terimakasih bu..
ibu mengajarkanku segalanya
ibu adalah tulang rusuk yang patuh sekaligus
tulang punggung yang tangguh
aku ingin sesabar ibu sekuat ibu
ibu slalu mengingatkan bahwa kita semua milik Alloh..dan semua kan
kembali kepada-Nya
hingga sekarang aku malu pada doaku..aku malu
meminta kekuatan namun masih saja kurang berusaha untuk kuat..astagfirulloh
ibu pernah
bertutur “nduk ibuk semangat kalau himah
juga semangat”
yang hingga sampai sekarang tutur singkat itu dapat
ku jadikan sebagai energi untuk melewati aral melintang semenjak ketika
kutersimpuh lutut jatuh ke bumi tak berdaya
air mata membanjir..shubuhku berduka aku di samping ibu dalam nafas
terakhirnya..
ibu..
disini himah tasik semangat kok buk..
ibu baik-baik ya disana..
ibu lebih dekat dengan Rahmat Alloh..
ibu lebih lebih luas rumahnya..
semoga kita dapat bertemu lagi
dalam satu dekapan kasih yang Maha Pengasih
ibu.
Ya Alloh kariim
Laha al-faatihah.