Selasa, 11 Oktober 2016







  Mirisnya ank SD zaman sekarang sudah mengenali pacaran

 



Apa yang harus kita lakukan supaya adik – adik kita bisa hidup normal tanpa embel – embel percintaan yang sudah sangat lumrah kita lihat di lingkungan sekitar? Apapun asal bersifat positif dan pastinya membuat mereka sadar jika pendidikan merupakan hal utama yang harus mereka gapai dibanding bermain cinta – cintaan! semoga kita bisa menjadi panutan bagi mereka dalam hal yang positif ya bukan super duper negatif.
Pacar? Mungkin Bagi para ABG atau yang sudah dewasa Itu layak dimiliki Tapi Bagi Mereka anak-anak di bawah umur Itu Suatu Kesalahan. Mereka itu masih kecil masih perlu bimbingan ekstra dalam membentuk karakter . tidak pantas rasanya mereka terpengaruh dengan hal apapun yang berdampak buruk bagi akhlak dan pendidikan mereka. Pacaran misalnya, dalam Islam sudah benar-benar dilarang melakukan perbuatan zina “dan janganlah engkau mendekati zina” (QS.al-Isra’),nah.. hal yang mendekatinya saja tidak boleh apalagi jika sampai melakukannya, Sebagian kita mungkin juga punya keyakinan bahwa pacaran adalah bagian dari perbuatan mendekati zina.. Miris rasanya melihat anak zaman sekarang bahkan yang masih SD pun sudah mengenal tentang berpacaran melihat mereka update status mengenai percintaan mereka yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Please sadar gak si sebenarnya mereka melihat contoh-contoh postingan  kita. Siapa sih yang tidak ingin melihat foto kakak-kakaknya mengumbar upload foto mesra bersama pacarnya.sedangkan rata-rata anak usia dini pun sudah lihai dalam menguasai gadget dan menjelajahi dunia internet, Tapi meski demikian, bagaimana cara kita membimbing anak sehingga mereka memahami ini, akan menentukan apakah mereka akan sefaham dengan kita atau tidak tentang hal ini.
Tidak mudah bagi anak-anak kita yang remaja mengendalikan perubahan gejolak perasaan, merasakan perubahan fisik pada tubuh mereka, mengantisipasi berkembagnnya hormon-hormon seksual mereka. Itu dari dalam diri mereka sendiri. Belum lagi mereka mendapat ‘serangan’ dari luar: rangsangan-rangsangan dari video music-musik, tayangan video dan film, internet, bacaan majalah, tontonan televisi yang kebanyakan bertema “cinta” seolah mengajak dan menggoda mereka, anak-anak untuk menyalurkan naluri kasih sayang pada jenis  tersebut lebih dini yaitu: pacaran. Usia mereka itu ada di usia yang penuh dengan semangat, semangat dalam hal apapun. Jadi, jangan buat semangat mereka itu malah ke perbuatan yang negatif. Buatlah semangat mereka mengarah ke perbuatan yang bisa menuntun mereka menjadi berprestasi. Sekian.

2 komentar:

  1. Saya harus membuat pengakuan bahwa tulisan Mbak Himma itu keren, akan tetapi banyak tanda baca yang kurang tepat, penempatan huruf besar-kecil yang tidak sesuai dan lain sebagainya. Saya harap hal semacam itu tidak terjadi lagi, karena dapat mengurangi kredibilitas tulisan.
    Terima kasih Mbak Himmah.

    BalasHapus
  2. iya pak trimakasih..memang iya cara menulis saya bisa di bilang masih acak-acakan.hehe..karena setiap deadline saya slalu mengerjakan dengan waktu yg mepet.

    BalasHapus