Apa yang harus kita lakukan supaya adik – adik kita bisa
hidup normal tanpa embel – embel percintaan yang sudah sangat lumrah kita lihat
di lingkungan sekitar? Apapun asal bersifat positif dan pastinya membuat mereka
sadar jika pendidikan merupakan hal utama yang harus mereka gapai dibanding
bermain cinta – cintaan! semoga kita bisa menjadi panutan bagi mereka dalam hal
yang positif ya bukan super duper negatif.
Pacar? Mungkin Bagi para ABG atau yang sudah dewasa Itu layak dimiliki Tapi Bagi Mereka anak-anak di bawah umur Itu Suatu Kesalahan. Mereka itu masih kecil masih perlu bimbingan ekstra dalam
membentuk karakter . tidak pantas rasanya mereka terpengaruh dengan hal apapun
yang berdampak buruk bagi akhlak dan pendidikan mereka. Pacaran misalnya, dalam
Islam sudah benar-benar dilarang melakukan perbuatan zina “dan janganlah engkau
mendekati zina” (QS.al-Isra’),nah.. hal yang mendekatinya saja tidak boleh
apalagi jika sampai melakukannya, Sebagian
kita mungkin juga punya keyakinan bahwa pacaran adalah bagian dari perbuatan
mendekati zina.. Miris rasanya melihat anak zaman sekarang bahkan yang
masih SD pun sudah mengenal tentang berpacaran melihat mereka update status
mengenai percintaan mereka yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Please sadar
gak si sebenarnya mereka melihat contoh-contoh postingan kita. Siapa
sih yang tidak ingin melihat foto kakak-kakaknya mengumbar upload foto mesra
bersama pacarnya.sedangkan rata-rata anak usia dini pun sudah lihai dalam
menguasai gadget dan menjelajahi dunia internet, Tapi
meski demikian, bagaimana cara kita membimbing anak sehingga mereka memahami
ini, akan menentukan apakah mereka akan sefaham dengan kita atau tidak tentang
hal ini.
Tidak mudah bagi
anak-anak kita yang remaja mengendalikan perubahan gejolak perasaan, merasakan
perubahan fisik pada tubuh mereka, mengantisipasi berkembagnnya hormon-hormon
seksual mereka. Itu
dari dalam diri mereka sendiri. Belum lagi mereka mendapat ‘serangan’ dari luar:
rangsangan-rangsangan dari video music-musik, tayangan video dan film, internet, bacaan majalah,
tontonan televisi yang kebanyakan bertema “cinta” seolah mengajak dan menggoda
mereka, anak-anak
untuk menyalurkan naluri kasih sayang pada jenis tersebut lebih dini
yaitu: pacaran. Usia
mereka itu ada di usia yang penuh dengan semangat, semangat dalam hal apapun.
Jadi, jangan buat semangat mereka itu malah ke perbuatan yang negatif. Buatlah
semangat mereka mengarah ke perbuatan yang bisa menuntun mereka menjadi
berprestasi. Sekian.
Saya harus membuat pengakuan bahwa tulisan Mbak Himma itu keren, akan tetapi banyak tanda baca yang kurang tepat, penempatan huruf besar-kecil yang tidak sesuai dan lain sebagainya. Saya harap hal semacam itu tidak terjadi lagi, karena dapat mengurangi kredibilitas tulisan.
BalasHapusTerima kasih Mbak Himmah.
iya pak trimakasih..memang iya cara menulis saya bisa di bilang masih acak-acakan.hehe..karena setiap deadline saya slalu mengerjakan dengan waktu yg mepet.
BalasHapus